Why Distro Linux Is Not Compatible One Another

Well-known Linux distributions include:

  • CentOS, a distribution derived from the same sources used by Red Hat, maintained by a dedicated volunteer community of developers with both 100% Red Hat-compatible versions and an upgraded version that is not always 100% upstream compatible
  • Debian, a non-commercial distribution maintained by a volunteer developer community with a strong commitment to free software principles
  • Fedora, a community distribution sponsored by Red Hat
  • Gentoo, a distribution targeted at power users, known for its FreeBSD Ports-like automated system for compiling applications from source code
  • Knoppix, the first Live CD distribution to run completely from removable media without installation to a hard disk, derived from Debian
  • Kubuntu, the KDE version of Ubuntu.
  • Linux Mint, a distribution based on and compatible with Ubuntu.
  • Mandriva, a Red Hat derivative popular in France and Brazil, today maintained by the French company of the same name.
  • openSUSE a community distribution mainly sponsored by Novell.
  • Oracle Enterprise Linux, which is a derivative of Red Hat Enterprise Linux, maintained and commercially supported by Oracle.
  • Pardus, Turkey’s national operating system developed by TÜBİTAK/UEKAE.
  • PCLinuxOS, a derivative of Mandriva, grew from a group of packages into a community-spawned desktop distribution.
  • Red Hat Enterprise Linux, which is a derivative of Fedora, maintained and commercially supported by Red Hat.
  • Slackware, one of the first Linux distributions, founded in 1993, and since then actively maintained by Patrick J. Volkerding.
  • SUSE Linux Enterprise, derived from openSUSE, maintained and commercially supported by Novell.
  • Ubuntu, a popular desktop and server distribution derived from Debian, maintained by Canonical Ltd..
  • Xubuntu, is the Xfce version of the popular desktop distro Ubuntu. Commonly used by Linux users that wish to have the function of a bigger distro such as Ubuntu or openSuse with the speed of a smaller distro.

Wew Pasti bingung milih kan linux mana yang akan kamu pilih dan yang pasti antara satu linux dengan yang lain pasti berbeda, yang menjadi pertanyaan adalah kenapa berbeda? ya pasti berbeda la kan linux open source dimana tiap orang bebas mengembangkannya, yah inilah dunia Linux, sehingga hasilnya sebagian distro mempunyai kecenderungan untuk membuat sesuatu yang berbeda dengan distro yang lain

Tapi itulah kelebihan dari Linux. Dengan banyaknya distro, serta sifat mereka masing-masing yang bisa dibilang “tidak kompatibel” (tapi lebih tepat disebut heterogen), Linux lebih aman dari serangan worm/virus/trojan dan sejenisnya.
Bandingkan dengan OS dari Microsoft yang bersifat homogen.
Tukang buat worm/virus/trojan akan lebih berbahagia karena sekali mereka membuat untuk satu sistem yang homogen, maka semua sistem yang homogenous dengannya akan bisa diinfeksi.
Lain halnya dengan Linux. Cracker tentu akan berfikir dulu tentang distro yang akan dia hack/infeksi. Bahkan setelah dia berhasil membuat worm/virus/trojan untuk satu distro itu, belum tentu distro lainnya akan bisa terinfeksi olehnya.
Suatu kelebihan bukan?
Memang ada kelebihan lain dari Linux dalam mencegah infeksi, yakni sifat dari sistemnya sendiri yang berbeda dengan OS lainnya.

Intinya, Anda sebagai “pengguna Linux yang baru coba-coba” seperti yang Anda katakan, anggaplah ke-heterogen-an ini sebagai suatu tantangan. Siapa tahu dengan begitu Anda akan lebih banyak dan terus mencoba.

Linux menggunakan logo gambar pinguin. Ada cerita menarik yang menyebabkan Linus Torvalds (Penemu Linux) menggunakan pinguin sebagai logo dari system operasi Linux. Saat itu Linus sedang berjalan-jalan bersama Andrew Tridgell di sebuah taman. Tiba-tiba Linus dipatok pinguin, dan semenjak itu dia mengalami demam selama berhari-hari. Dia berpikir bahwa karakter ini cocok untuk mewakili Linux. Dia ingin pemakainya menjadi demam alias tergila-gila untuk menggunakan dan mengotak atik Linux. Dan ternyata, apa yang dibayangkannya menjadi kenyataan. Hampir setiap pemakai saat pertama kali berkenalan dengan Linux menjadi susah tidur, dan menghabiskan waktunya berjam-jam didepan komputer untuk bermain-main dengan Linux.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: